Lewati navigasi

Arsip Bulanan: September 2009

Pertama kali LAN menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel “twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi.
Local Area Network menggunakan empat tipe kabel :

  • Coaxial
  • Unshielded Twisted Pair (UTP)
  • Shielded Twisted Pair (STP)
  • Fiber Optik

Kabel Coaxial

koaksial
Kabel coaxial terdiri dari :

  • sebuah konduktor tembaga
  • lapisan pembungkus dengan sebuah “kawat ground”.
  • sebuah lapisan paling luar.

Penggunaan Kabel Coaxial
Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial.
Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial:

10Base5 / Kabel “Thicknet” :

  • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.
  • merupakan kabel “original” Ethernet.
  • tidak digunakan lagi untuk LAN modern.

10Base2 / Kabel “Thinnet”:

  • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.
  • mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.
  • menggantikan “Thicknet”.
  • tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.

“Unshielded Twisted Pair”

koaksial1

Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.

Kategori UTP
Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori :

Kategori

Performansi (MHz)

Penggunaan

Cat 1

1

Voice, Mainframe, Dumb Terminal

Cat 2

4

4 MB Token Ring

Cat 3

10

10MB Ethernet

Cat 4

20

16 MB Token Ring

Cat 5

100

100 MB Ethernet

“Shielded Twisted Pair”

koaksial2
“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

Kelemahan kabel STP
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :

  • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
  • Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
  • Harganya cukup mahal.

Kabel Fiber Optik

fiber optik
Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.

Kelebihan menggunakan kabel Fiber Optik
Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :

  • Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).
  • Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).
  • Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.

Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN UTP.

sumber: mudji.net

Model jaringan ini memungkinkan perangkat wireless berkomunikasi satu sama lain secara langsung tanpa central access point.

peer to peer
Banyak metode digunakan untuk konfigurasi jaringan Ad-Hoc, berikut adalah salah satu contoh sederhana tips dan tahapan dalam mengkonfigurasi jaringan Ad-Hoc wireless LAN.

  1. Dibutuhkan “wireless network card” pada masing-masing komputer.
  2. Masuk ke “network card properties” dan set SSID dengan nama tertentu (unique). Pastikan bahwa anda mengkonfigure SSID dengan nama yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak sama, jaringan tidak akan terhubung.
  3. Masuk ke “network card properties” dan set “channel” untuk jaringan wireless yang akan digunakan. Pastikan anda mengkonfigurasi channel dengan angka yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak, jaringan tidak akan terhubung.
  4. Set IP LAN static pada kedua komputer. Patikan anda mengkonfigurasi IP komputer tersebut dalam satu subnet dan range yang sama. Jika anda set IP pada satu komputer 192.168.1.1 255.255.255.0, pastikan komputer lainnya di set juga pada range (192.168.1.2-254).
  5. Set “network card” pada mode “ad-hoc”, bukan “infrastructure”.

Dengan konfigurasi diatas, seharusnya jaringan ad-hoc anda sudah bisa berjalan normal.

Misal, salah satu PC anda terhubung ke internet, dan PC satu lagi ingin ikut/numpang dalam mengakses internet, anda bisa mengaktifkan fungsi Internet Connection Sharing (ICS) pada OS Windows, berikut tahapannya:

  1. Aktifkan “ICS” pada PC yang memiliki koneksi internet. Catat alamat IP PC ini, yang akan menjadi komputer “host”.
  2. Set “default gateway” “network card” pada PC yang kedua ke alamat IP komputer “host” (refer ke No.1).
  3. Set “DNS server” untuk PC yang kedua dengan alamat IP DNS dari ISP anda.

Perlu diingat bahwa dengan “Internet Connection Sharing” (ICS) via ad-hoc wireless LAN, komputer “host” harus selalu “ON”, jika anda ingin PC kedua bisa mengakses internet.

Tahapan Test Koneksi untuk PC Windows :

  1. Klik Start.
  2. Klik Run.
  3. Ketik “cmd”.
  4. Ketik “ping x.x.x.x”, dimana x.x.x.x adalah alamat IP dari salah satu PC.
  5. Jika “ping is successful”, maka jaringan anda sudah UP dan anda memiliki “full connectivity”

sumber : mudji.net

Kabel data ethernet terdiri dari 4 pasang kawat. Masing-masing mempunyai warna tertentu (solid) dengan pasangannya berwarnah putih bergaris-garis warna tertentu (solid), dipilin menjadi satu. Untuk kinerja Ethernet yang baik, jangan membuka pilinan terlalu panjang (kira-kira ¼ inch).
Kode warna pada pasangan kabel

Pasangan 1 : putih-biru/biru (white-blue/blue)
Pasangan 2 : putih-orange/orange (white-orange/orange)
Pasangan 3 : putih-hijau/hijau (white-green/green)
Pasangan 4 : putih-coklat/coklat (white-brown/brown)
Desain untuk 10BaseT Ethernet adalah warna orange dan hijau (pasangan 2 dan 3). Dua pasang lainnya, coklat dan biru (pasangan 1 dan 4), tidak digunakan.
Berikut konfigurasi kabel menggunakan RJ-45 :
10bt.gif
Ada dua standard untuk kabel ethernet ini, yaitu T-568A dan T-568B. Gambar di atas memperlihatkan kedua standard tersebut. Standard T-568B, pasangan orange dan hijau diletakkan pada pin 1, 2 dan 3, 6. Standard T-568A membalikkan koneksi orange dan hijau, sehingga pasangan biru dan orange menjadi 4 pin yang berada di tengah, yang mebuat koneksi seperti ini lebih cocok untuk koneksi telco voice.
T-568A telah dijadikan sebagai instalasi standard, sedangkan T-568B hanya sebagai alternative saja.
Nomor Pin
Berikut nomor pin untuk kedua standard di atas:
T-568A

Pin

Color

Pair

Description

t568a.jpg t568a2.jpg

1

white/green

3

RecvData +

2

green

3

RecvData -

3

white/orange

2

TxData +

4

blue

1

Unused

5

white/blue

1

Unused

6

orange

2

TxData -

7

white/brown

4

Unused

8

brown

4

Unused

T-568B

Pin

Color

Pair

Descrtipion

t568b.jpg t568b2.png

1

white/orange

2

TxData +

2

orange

2

TxData -

3

white/green

3

RecvData +

4

blue

1

Unused

5

white/blue

1

Unused

6

green

3

RecvData -

7

white/brown

4

Unused

8

brown

4

Unused


Cross-over Cable (Kabel Silang) Ethernet

Kabel Ethernet/LAN mempunyai 8 buah kawat (4 pasan). Untuk kebutuhan koneksi yang menggunakan Kabel Silang, Ethernet membutuhkan 2 pasang kawat, satu pasang berfungsi sebagai transmiter dan satu pasang lagi berfungsi sebagai receiver.

Berikut konfigurasi Kabel Cross-over menggunakan konektor RJ-45:

image007.gif

Konfigurasi Pin:

Pin 1 – Pin 3

Pin 2 – Pin 6

Koneksi seperti ini digunakan untuk menghubungkan :

1. Hub ke Hub.

2. Switch ke switch

3. Komputer ke komputer

4. Port Ethernet Router ke port Ethernte Router

5. Komputer ke Router

6.Komputer ke Modem IP (output modem berupa card Ethernet)


Koneksi yang menggunakan Kabel Cross-Over

http://ahad.web.id

Catatan : Koneksi antar Hub atau Switch dapat menggunakan kabel straight dengan memasang pada port uplink. Pada beberapa tipe Hub, terdapat tombol kecil yang dapat berfungsi menjadikan port sebagai UPLINK.


Kabel Straight-Through

Konfigurasi kabel “straight-through” untuk Ethernet adalah, pin 1 pada konektor terhubung dengan pin 1 pada ujung konektor lawan, begitu seterusnya untuk pin 2 sampai 8.

Koneksi kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan :

1. Antara Komputer ke Hub

2. Antara Komputer ke Switch


Koneksi yang menggunakan Kabel Straight-Through


http://ahad.web.id

sumber : mudji.net

Dibawah ini Daftar Buku2 yang sudah disediakan oleh Depdiknas dan dapat didownload di http://bse.depdiknas.go.id atau link mirror www.telkomspeedy.
Namun sebelum mendownload disitus resmi tersebut, anda wajib mematuhi Peraturan dan Persetujuan yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional terkait dengan pemanfaatan buku2 yang tersedia di situs Pusbuk Depdiknas adalah sebagai berikut :

PUSAT PERBUKUAN (PUSBUK) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL SEBAGAI PENYEDIA JASA LAYANAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BS-E) AKAN SELALU MEMBERIKAN KEPUASAN MELALUI PELAYANAN TERBAIK KEPADA MASYARAKAT, KHUSUSNYA PENDIDIK, TENAGA KEPENDIDIKAN DAN PESERTA DIDIK.
UNTUK MENGHINDARI KESALAHPAHAMAN DAN AGAR PARA PIHAK MEMAHAMI BATASAN ATAU SEGALA HAL YANG MENYEBABKAN PERSELISIHAN DI KEMUDIAN HARI ANTARA PUSBUK DAN PARA PENGGUNA JASA LAYANAN BS-E, PUSBUK TERLEBIH DAHULU MEMBUAT PERATURAN DAN KETENTUAN YANG MENJADI PERJANJIAN YANG MENGIKAT DALAM PEMANFAATAN BS-E. PENGGUNA MENYATAKAN SEPAKAT UNTUK MENYETUJUI DAN MELAKSANAKAN PERJANJIAN INI DENGAN PERATURAN DAN KETENTUAN-KETENTUAN SEBAGAIMANA DIATUR DI BAWAH INI.
Pengguna dapat mendownload dan/atau mencetak file BS-E serta menggandakan, memperdagangkan, dengan ketentuan:

Pengganda dan/atau penjual berkewarganegaraan Indonesia atau berbadan hukum di wilayah Indonesia;

Mencantumkan identitas diri pada halaman prelim bagi buku-buku yang diperdagangkan/disebarluaskan;

Spesifikasi buku teks pelajaran hasil penggandaan untuk diperdagangkan harus sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Mendiknas.

Harga Jual buku teks pelajaran yang dapat digandakan untuk diperdagangkan tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas.

Buku teks pelajaran yang digandakan untuk diperdagangkan harus mencantumkan harga jual buku pada kulit sisi luar buku bagian belakang.

Pengguna wajib mentaati butir-butir kesepakatan ini dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.

Dengan demikian apabila anda mengunduh file di blog ini, maka peraturan dan persetujuan ini juga berlaku bagi anda. Karena tujuan kami adalah membantu penyebar luasan buku sekolah elektronik guna mencerdaskan bangsa.

Sebagian besar file buku sekolah elektronik yang dapat di download disini telah dilakukan kompresi sehingga ukurannya lebih kecil (20 – 80%) dari ukuran file asli yang ada di website Depdiknas, namun demikian tidak mengurangi kualitas dari buku tersebut. Mudah2an bermanfaat.

Untuk Download ……………………………

Buku Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (klik disini)

Buku Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah (klik disini)

Buku Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah (klik disini)

Buku Sekolah Menengah Kejuruan (klik disini)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.